Pekerjaan digital sekarang semakin mudah dikerjakan dengan bantuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mulai dari mencari ide konten, menyusun artikel, membuat caption media sosial, sampai menghasilkan gambar untuk kebutuhan branding, semuanya bisa dibantu oleh aplikasi AI.
Namun, menurut saya, kita tidak harus menggunakan terlalu banyak aplikasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Justru, kalau bisa memilih beberapa tools yang sesuai dengan kebutuhan, pekerjaan sehari-hari akan terasa lebih sederhana.
Secara pribadi, ada tiga aplikasi AI yang saya pilih untuk membantu produktivitas harian, yaitu ChatGPT, Google Gemini, dan Dola. Masing-masing punya karakter dan kegunaan yang saya manfaatkan dengan cara berbeda.
Selain ketiga aplikasi tersebut, ada juga alternatif yang menarik untuk pelaku bisnis online, yaitu AI dari Lakuabis yang terintegrasi di dalam aplikasi Lakuabis.
Dalam artikel ini, saya akan membahas alasan saya memilih aplikasi-aplikasi tersebut, bagaimana menggunakannya untuk pekerjaan sehari-hari, dan di mana kamu bisa mengunduhnya secara resmi.
Mengapa Memilih Kombinasi Beberapa Aplikasi AI?
Bagi saya, produktivitas bukan berarti menggunakan sebanyak mungkin tools. Produktivitas adalah bagaimana kita menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien tanpa membuat alur kerja menjadi rumit.
Misalnya, ketika ingin membuat konten media sosial, saya membutuhkan beberapa hal sekaligus:
- Ide dan konsep konten.
- Diskusi untuk mematangkan gagasan.
- Teks, caption, atau naskah yang siap dikembangkan.
- Gambar, banner, atau konsep visual.
- Evaluasi agar hasil akhirnya lebih sesuai dengan tujuan.
Mengandalkan satu aplikasi untuk semua pekerjaan memang bisa dilakukan. Namun, saya lebih suka membagi pekerjaan berdasarkan tools yang paling nyaman digunakan untuk setiap kebutuhan.
Berikut kombinasi yang saya gunakan berdasarkan preferensi pribadi.
1. ChatGPT: Teman Berdiskusi untuk Mengembangkan Ide
Dari ketiga aplikasi yang saya gunakan, ChatGPT menjadi pilihan utama ketika saya ingin berdiskusi.
Menurut saya, salah satu hal menarik dari ChatGPT adalah kemampuannya mengikuti alur percakapan. Saya bisa memulai dengan ide yang masih berantakan, membahas berbagai kemungkinan, meminta kritik, lalu mengembangkan gagasan tersebut menjadi sesuatu yang lebih terstruktur.
Misalnya, ketika ingin membuat konten media sosial, saya tidak harus langsung memberikan perintah untuk menghasilkan caption.
Saya bisa memulai dengan pertanyaan sederhana seperti:
"Saya ingin membuat konten tentang bisnis online, tetapi belum menemukan sudut pandang yang menarik. Bantu saya mencari beberapa ide yang berbeda dan jelaskan kelebihan masing-masing."
Setelah mendapatkan jawaban, saya bisa melanjutkan diskusi, meminta alternatif, mengubah gaya bahasa, atau mempersempit topik sesuai target audiens.
Buat saya, proses seperti ini terasa praktis karena pekerjaan tidak harus selesai dalam satu perintah.
Apa saja yang bisa dikerjakan dengan ChatGPT?
Beberapa penggunaan yang menurut saya bermanfaat antara lain:
- Brainstorming ide konten untuk Instagram, TikTok, Facebook, dan platform lainnya.
- Menyusun caption, naskah video, artikel blog, dan materi promosi.
- Berdiskusi mengenai strategi pemasaran dan pengembangan bisnis.
- Membantu memahami topik teknologi yang belum dikuasai.
- Membuat kerangka kerja, daftar tugas, dan perencanaan proyek.
- Membantu meninjau tulisan serta menemukan bagian yang perlu diperbaiki.
ChatGPT juga memiliki kemampuan lain, seperti membantu menganalisis file, memahami gambar, menggunakan percakapan suara, dan membuat gambar, dengan ketersediaan fitur yang bergantung pada paket dan batas penggunaan.
Bagi pemula yang masih belajar dari nol, menurut saya ChatGPT layak dicoba sebagai teman untuk mengembangkan ide sekaligus memahami sesuatu yang sebelumnya terasa rumit.
Unduh ChatGPT secara resmi:
- Website dan aplikasi desktop: https://chatgpt.com/download/
- Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.openai.chatgpt
- iPhone dan iPad: https://apps.apple.com/id/app/chatgpt/id6448311069
Ada opsi penggunaan gratis, sedangkan fitur dan batas pemakaian dapat berbeda menurut paket yang digunakan.
2. Google Gemini: Alternatif untuk Membantu Mengolah dan Menghasilkan Konten
Pilihan kedua saya adalah Google Gemini.
Dalam alur kerja pribadi, saya cenderung menggunakan Gemini ketika ingin mengerjakan tugas tertentu, termasuk mengembangkan materi dan membantu proses pembuatan konten.
Saya pribadi merasa gaya respons Gemini terkadang lebih kaku dibandingkan pengalaman berdiskusi yang saya sukai di ChatGPT. Namun, itu merupakan preferensi saya, bukan berarti Gemini tidak bisa diajak berdiskusi atau selalu menghasilkan jawaban yang kaku.
Justru, salah satu alasan saya tetap menggunakannya adalah karena Gemini memiliki beragam kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan kreatif dan produktivitas.
Mengapa Gemini layak dicoba?
Gemini bisa membantu berbagai pekerjaan, seperti:
- Mengembangkan konsep artikel dan materi publikasi.
- Membantu menyusun ide visual untuk banner atau poster.
- Mengolah informasi dari dokumen dan file yang didukung.
- Membantu merangkum materi dan menyusun poin-poin penting.
- Mendukung proses penulisan dan pengembangan ide.
- Membantu menghasilkan atau mengedit gambar melalui fitur yang tersedia.
Integrasi dengan layanan Google tertentu juga bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sudah terbiasa menggunakan ekosistem Google. Ketersediaan integrasi dan fitur bergantung pada akun, perangkat, wilayah, serta paket yang digunakan.
Bagi saya, Gemini menjadi alternatif yang menarik ketika ingin mencoba pendekatan berbeda terhadap suatu pekerjaan.
Saya tidak menganggap satu AI harus selalu menjadi yang terbaik untuk semua tugas. Terkadang, membandingkan hasil dari dua tools justru membantu kita menemukan sudut pandang yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Unduh Google Gemini secara resmi:
- Website: https://gemini.google.com/
- Halaman unduhan resmi: https://gemini.google.com/app/download?hl=id
- Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.apps.bard
- iPhone dan iPad: https://apps.apple.com/app/google-gemini/id6477489729
Sebelum mengunduh, pastikan aplikasi dan pengembangnya sesuai dengan versi resmi Google.
3. Dola: Pilihan Saya untuk Membuat Gambar, Banner, dan Konsep Logo
Aplikasi ketiga yang saya sukai adalah Dola.
Dalam alur kerja saya, Dola lebih sering saya manfaatkan untuk kebutuhan visual, terutama ketika ingin membuat gambar dengan cepat tanpa harus memulai proses desain dari kanvas kosong.
Misalnya, ketika membutuhkan inspirasi banner media sosial, ilustrasi untuk konten, atau konsep visual sebuah brand, saya bisa mencoba menjelaskan ide yang ada di kepala dan melihat hasil yang dihasilkan AI.
Bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengerjakan desain dari awal, pendekatan seperti ini bisa membantu mempercepat proses eksplorasi.
Apa yang menarik dari Dola?
Dola merupakan asisten AI yang mendukung berbagai kegiatan, termasuk menulis, berdiskusi, merangkum informasi, serta menghasilkan dan mengubah gambar melalui fitur yang tersedia.
Dalam penggunaan pribadi, saya lebih menyukai Dola untuk kebutuhan pembuatan gambar karena alur kerjanya terasa praktis bagi saya.
Beberapa contoh penggunaan untuk konten digital:
- Membuat konsep banner promosi.
- Menghasilkan ilustrasi untuk postingan media sosial.
- Mengeksplorasi gaya visual untuk sebuah brand.
- Membuat referensi desain logo sebelum masuk tahap penyempurnaan.
- Mengubah atau mengembangkan gambar berdasarkan instruksi.
- Mencari alternatif visual untuk kebutuhan kampanye pemasaran.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan: hasil gambar AI tidak selalu langsung siap dipublikasikan. Untuk desain logo profesional, misalnya, kita tetap perlu memeriksa bentuk, keterbacaan, konsistensi identitas merek, dan kemungkinan kesalahan pada teks.
Jadi, saya memandang AI sebagai alat untuk mempercepat proses kreatif, bukan sebagai alasan untuk melewatkan pemeriksaan hasil akhir.
Unduh Dola secara resmi:
- Website: https://www.dola.com/
- Halaman unduhan: https://www.dola.com/download/mobile
- Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.larus.wolf
- iPhone dan iPad: https://apps.apple.com/id/app/dola-smart-ai-assistant/id6451431247
Periksa fitur gratis, batas pembuatan gambar, dan pembelian dalam aplikasi sebelum menggunakannya secara rutin.
Perbandingan ChatGPT, Gemini, dan Dola
Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut ringkasan cara saya memanfaatkan ketiga aplikasi AI tersebut untuk pekerjaan sehari-hari.
1. ChatGPT — Diskusi dan Pengembangan Ide
ChatGPT menjadi pilihan utama saya untuk berdiskusi, mencari ide, menyusun strategi konten, membuat artikel, dan mengembangkan gagasan yang masih mentah menjadi lebih terstruktur.
2. Google Gemini — Mengolah Materi dan Mengeksplorasi Konten
Google Gemini saya gunakan sebagai alternatif untuk membantu mengembangkan materi, merangkum informasi, mengeksplorasi ide visual, dan mencoba pendekatan baru dalam pembuatan konten.
3. Dola — Pembuatan Gambar dan Referensi Desain
Dola lebih sering saya manfaatkan untuk mengeksplorasi gambar, membuat konsep banner, menghasilkan ilustrasi, dan mencari referensi desain logo maupun kebutuhan visual lainnya. Ketiga aplikasi tersebut memiliki kemampuan yang saling tumpang tindih. Pembagian di atas merupakan preferensi penggunaan pribadi saya, bukan berarti masing-masing aplikasi hanya bisa mengerjakan tugas tersebut.
Cara Menggabungkan Ketiga AI untuk Mempercepat Pekerjaan Harian
Menurut saya, manfaat paling terasa muncul ketika kita tidak menggunakan AI secara acak, melainkan menyusun alur kerja yang sederhana.
Berikut contoh alur yang bisa dicoba oleh pemula maupun pelaku bisnis digital.
Langkah 1: Cari dan matangkan ide menggunakan ChatGPT
Mulailah dengan mendiskusikan tujuan konten, target audiens, dan pesan yang ingin disampaikan.
Contoh prompt:
"Bantu saya membuat 10 ide konten media sosial untuk bisnis online pemula. Setiap ide harus memiliki judul, target audiens, pesan utama, dan alasan mengapa konten tersebut menarik."
Setelah mendapatkan daftar ide, pilih satu yang paling relevan lalu diskusikan lebih lanjut.
Langkah 2: Kembangkan materi menggunakan Gemini
Gunakan ide yang sudah dipilih untuk mencoba pendekatan penulisan, rangkuman, atau konsep visual yang berbeda.
Contoh prompt:
"Berdasarkan konsep konten berikut, buat tiga alternatif pendekatan komunikasi: edukatif, persuasif, dan storytelling. Gunakan bahasa Indonesia yang natural dan mudah dipahami."
Bandingkan hasilnya dan ambil bagian yang paling sesuai dengan identitas brand kamu.
Langkah 3: Buat konsep visual menggunakan Dola
Setelah konsep dan teks lebih jelas, lanjutkan dengan membuat ilustrasi atau referensi banner.
Contoh prompt:
"Buat konsep visual banner media sosial berukuran 4:5 untuk promosi produk digital. Gunakan desain modern, komposisi rapi, ruang kosong yang cukup, dan fokus visual yang jelas. Hindari elemen berlebihan."
Jika gambar membutuhkan teks promosi yang presisi, tambahkan teksnya secara manual pada aplikasi desain agar ejaan dan tata letaknya dapat dikontrol.
Langkah 4: Periksa dan publikasikan
Sebelum mengunggah konten, pastikan informasi benar, gambar tidak melanggar hak orang lain, dan materi sesuai dengan tujuan publikasi.
AI dapat membantu mempercepat proses, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan kita.
Bonus: Ingin AI yang Terintegrasi dengan Kebutuhan Bisnis Online? Coba Lakuabis
Kalau kebutuhanmu bukan hanya membuat konten, tetapi juga menjalankan bisnis online, ada alternatif lain yang menurut saya layak dilihat, yaitu AI di dalam aplikasi Lakuabis.
Lakuabis berfokus pada kebutuhan perdagangan digital, termasuk ekosistem reseller dan dropship. Jadi, pendekatannya bukan hanya menggunakan AI untuk menghasilkan materi, tetapi juga melihat bagaimana tools digital bisa mendukung aktivitas bisnis.
Bagi orang yang ingin mengelola pekerjaan bisnis dari satu ekosistem, integrasi berbagai kebutuhan di dalam aplikasi bisa menjadi pertimbangan yang menarik.
Mengapa Lakuabis layak masuk daftar pilihan?
Beberapa alasan untuk mengeksplorasi Lakuabis:
- AI dalam aplikasi: kamu bisa memeriksa kemampuan AI yang tersedia untuk mendukung pekerjaan digital.
- Relevan untuk bisnis online: Lakuabis memiliki fokus pada kebutuhan perdagangan digital.
- Ekosistem reseller dan dropship: bisa menjadi titik awal untuk mengeksplorasi kebutuhan supplier dan aktivitas jualan.
- Alternatif untuk menyederhanakan alur kerja: kamu bisa menilai apakah fitur yang tersedia sesuai dengan kebutuhan bisnismu.
Saya pribadi tertarik dengan pendekatan yang menggabungkan tools digital dan kebutuhan perdagangan dalam satu ekosistem. Menurut saya, hal seperti ini patut dipertimbangkan, terutama bagi pelaku usaha yang ingin mengurangi kerumitan penggunaan banyak layanan terpisah.
Namun, sebelum mengandalkan satu aplikasi untuk seluruh operasional, pastikan fitur AI yang tersedia, harga, ketentuan layanan, serta pilihan supplier memang sesuai dengan kebutuhanmu.
Download aplikasi Lakuabis di sini:
Silakan kunjungi situs tersebut untuk melihat aplikasi dan layanan yang tersedia.
Apakah Harus Menggunakan Ketiga Aplikasi Sekaligus?
Tidak harus.
Kalau kamu baru mulai belajar menggunakan AI, saran saya adalah pilih satu aplikasi terlebih dahulu berdasarkan kebutuhan utama.
Jika kamu sering membutuhkan teman berdiskusi untuk mengembangkan ide, mulailah dengan ChatGPT.
Jika kamu ingin mengeksplorasi kemampuan AI dari Google untuk membantu materi dan pekerjaan kreatif, cobalah Gemini.
Jika kebutuhan yang paling sering muncul adalah membuat gambar dan mengeksplorasi desain visual, kamu bisa mencoba Dola.
Sementara itu, jika fokusmu sudah mengarah pada aktivitas perdagangan digital, reseller, atau dropship, kamu bisa mengeksplorasi apakah ekosistem Lakuabis cocok dengan model bisnismu.
Tidak perlu memasang semuanya hanya karena sedang populer. Gunakan tools yang benar-benar membantu pekerjaanmu.
Kesimpulan
Menurut pengalaman dan preferensi pribadi saya, kombinasi ChatGPT, Google Gemini, dan Dola cukup menarik untuk mendukung produktivitas sehari-hari, terutama dalam pembuatan konten media sosial dan pekerjaan digital.
ChatGPT saya pilih untuk berdiskusi dan mengembangkan ide. Gemini saya manfaatkan sebagai alternatif untuk mengolah materi dan mengeksplorasi konten. Sementara itu, Dola menjadi pilihan saya untuk mempercepat proses pembuatan gambar dan referensi visual.
Untuk kebutuhan bisnis online, saya juga merekomendasikan pembaca mengeksplorasi AI Lakuabis dan fitur perdagangan digital yang tersedia di dalam ekosistemnya.
Pada akhirnya, aplikasi terbaik bukan selalu aplikasi yang memiliki fitur paling banyak. Aplikasi terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan cara kerja kita.
Mulailah dari pekerjaan yang paling menyita waktu. Pilih tools yang tepat, susun alur kerja yang sederhana, lalu evaluasi hasilnya.
Sebab, tujuan menggunakan AI bukan sekadar terlihat modern, melainkan membuat pekerjaan lebih terarah dan produktif.
Catatan: Artikel ini memuat opini dan preferensi penggunaan saya pribadi. Fitur, batas penggunaan, harga, dan ketersediaan aplikasi dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa informasi terbaru melalui situs resmi masing-masing penyedia sebelum menggunakan layanan.


%20(1).png)
Tq atas komentarnya kakak!